Kota Tangerang– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Kelompok Cimone Jaya 2026 kembali menghadirkan program inovatif di bidang kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat. Kali ini, mereka meluncurkan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Edukatif yang dilengkapi dengan teknologi digital berupa barcode untuk akses informasi instan.
Taman yang berlokasi di Kantor Kelurahan Cimone Jaya ini ditanami lebih dari 20 jenis tanaman obat, mulai dari jahe, kunyit, kencur, temulawak, sereh, daun mint, hingga berbagai rempah lainnya. Setiap jenis tanaman dirawat secara rutin oleh mahasiswa bersama warga, dan yang membedakan adalah kehadiran barcode di setiap zona tanaman.
Dengan memindai barcode menggunakan ponsel, warga dapat langsung mengakses informasi lengkap mengenai nama tanaman, manfaat kesehatan, cara pengolahan, hingga dosis penggunaan yang aman untuk kebutuhan sehari-hari. Inovasi ini dirancang agar warga dapat belajar secara mandiri dan meningkatkan literasi kesehatan berbasis herbal.
*Edukasi Langsung dari Mahasiswa*
Selain fasilitas digital, mahasiswa KKN juga rutin memberikan edukasi tatap muka kepada warga. Mereka menjelaskan manfaat setiap jenis tanaman dan mendemonstrasikan cara mengolahnya—misalnya membuat jamu tradisional, wedang, atau ramuan herbal lainnya yang mudah dipraktikkan di rumah.
Sekretaris 1 Kelurahan Cimone Jaya, Avion Rizki Syafino, mengapresiasi program ini. Menurutnya, taman TOGA ini tidak hanya mempercantik lingkungan tetapi juga menjadi pusat belajar yang bermanfaat.
“Ini langkah maju yang sangat baik. Dengan adanya barcode, warga jadi lebih mudah memahami khasiat tanaman tanpa harus bertanya terus-menerus. Ini pendidikan kesehatan yang praktis dan kekinian,” ujar Avion.
Sementara itu, Wakil Ketua Kelompok KKN Cimone Jaya, Adrian Maulana, menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan solusi kesehatan preventif berbasis kearifan lokal.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menanam, tetapi juga paham manfaat dan cara mengolahnya. Dengan sentuhan teknologi, kami harap pengetahuan ini tetap terjaga dan bisa diwariskan ke generasi berikutnya,” jelas Adrian.
Program Taman TOGA Edukatif ini mendapat sambutan hangat dari warga yang kini semakin antusias memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman obat keluarga.
(Red)












