PATI | Kabarpublik.Net – Mandeknya realisasi program beasiswa bagi siswa dan mahasiswa kurang mampu di Kabupaten Pati menuai sorotan dari LBH Joeang Pati. Praktisi hukum sekaligus perwakilan LBH Joeang Pati, Fatkhurrahman, SH., S.Ag., MH, mendesak Plt Bupati Pati untuk segera mengambil langkah konkret guna memastikan program tersebut segera dicairkan dan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Fatkhurrahman, program beasiswa bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Karena itu, keterlambatan pencairan beasiswa dinilai dapat menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai komitmen pemerintah daerah terhadap sektor pendidikan.
“Ribuan pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu saat ini menunggu kepastian. Pemerintah harus hadir memberikan solusi, bukan membiarkan masyarakat terus menunggu tanpa kejelasan,” tegas Fatkhurrahman.
Ia menjelaskan, program beasiswa tersebut sebelumnya telah menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Oleh sebab itu, pergantian kepemimpinan sementara tidak seharusnya menghambat keberlangsungan program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.
Lebih lanjut, Fatkhurrahman mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, sumber pendanaan program beasiswa berasal dari berbagai pihak, termasuk dukungan perbankan, perusahaan swasta, hingga lembaga sosial keagamaan. Dengan adanya sumber pendanaan tersebut, masyarakat berhak mendapatkan penjelasan apabila hingga kini program belum juga direalisasikan.
“Jika memang anggaran telah tersedia, maka pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka apa kendala yang menyebabkan program ini belum berjalan. Transparansi penting agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat,” ujarnya.
LBH Joeang Pati menilai, ketidakjelasan terkait program beasiswa berpotensi menimbulkan kekecewaan publik. Apalagi program tersebut menyangkut kebutuhan dasar masyarakat di bidang pendidikan yang selama ini menjadi harapan banyak keluarga kurang mampu.
Menurutnya, kepercayaan publik merupakan aset penting bagi setiap pemimpin daerah. Oleh karena itu, pemerintah perlu menunjukkan komitmen melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat serta memastikan seluruh program yang telah dijanjikan dapat berjalan sesuai harapan.
“Kepercayaan masyarakat dibangun dari tindakan nyata. Jika program yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat tidak segera direalisasikan, maka wajar apabila publik mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjalankan amanah yang diberikan,” katanya.
Fatkhurrahman juga mengingatkan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan Kabupaten Pati. Karena itu, program beasiswa harus ditempatkan sebagai prioritas dan tidak boleh terabaikan oleh dinamika politik maupun birokrasi.
“Kami berharap Plt Bupati Pati segera memberikan kepastian dan langkah konkret terkait program beasiswa ini. Jangan sampai pelajar dan mahasiswa yang seharusnya mendapat dukungan pendidikan justru menjadi korban ketidakpastian kebijakan. Semakin lama persoalan ini dibiarkan, semakin besar pula potensi menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah,” pungkasnya.
(Dwi s)












