Tangerang,Kabarpublik,Net– Kegiatan Festival Pemuda Periuk 2026 mendapat respons positif dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, S.STP., M.Si. Kegiatan yang melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan ini dinilai menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas, menggali potensi, serta melatih keberanian generasi muda dalam menampilkan kemampuan mereka di ruang publik.
Festival yang berlangsung di kawasan Grand Tomang, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang selama 3 hari tersebut digagas melalui kolaborasi organisasi kepemudaan, yakni Karang Taruna, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Periuk,Kota Tangerang.
Kegiatan yang di gelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun yang melibatkan peserta didik mulai dari tingkat TKA, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) juga mendapat respon baik dari masyarakat Kecamatan Periuk

Kepala Dinas Pendidikan ( Kadisdik ) Kota Tangerang Wahyudi Iskandar menyampaikan,apresiasi kepada KNPI, Karang Taruna, dan PMI Kecamatan Periuk yang telah membuka ruang partisipasi bagi para pelajar untuk berkreasi dan menunjukkan potensi mereka.
Menurutnya, pelibatan pelajar dalam kegiatan kepemudaan merupakan langkah positif dalam mendukung penguatan pendidikan melalui kolaborasi antara lingkungan sekolah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat.
“Ini menjadi ajang kreativitas bagi anak-anak untuk mengeksplorasi kemampuan mereka. Dampaknya juga cukup baik bagi lingkungan sekitar, baik dari sisi ekonomi maupun proses pembelajaran,” ujar Wahyudi.
Ia menilai, Festival Pemuda Periuk tidak hanya menjadi panggung untuk menampilkan kreativitas seni dan budaya, tetapi juga memberikan pengalaman belajar secara langsung di tengah kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, para pelajar dapat melatih keberanian untuk tampil di depan umum, membangun rasa percaya diri, serta belajar berinteraksi dan bekerja sama dengan lingkungan sekitar.
“Tidak hanya kreativitas seni dan budaya yang ditampilkan. Anak-anak juga belajar bagaimana kehidupan perekonomian di wilayahnya. Saya rasa ini bisa menjadi laboratorium pembelajaran bagi mereka,” jelasnya.
Wahyudi berharap, Festival Pemuda Periuk dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengembangkan kegiatan positif yang melibatkan generasi muda, khususnya pelajar.
Ia juga mendorong agar kegiatan tersebut dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat khususnya masyarakat se Kota Tangerang.
“Harapan saya, program seperti ini bisa dilaksanakan secara konsisten. Ini menjadi bagian dari upaya kita untuk memperkuat bidang pendidikan melalui kolaborasi,” tegasnya.
Festival Pemuda Periuk 2026 pun menjadi gambaran bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Melalui kegiatan seni, budaya, kreativitas, dan interaksi sosial, para pelajar juga memperoleh kesempatan untuk belajar, berani tampil, serta mengembangkan potensi diri.
Kolaborasi antara organisasi kepemudaan, dunia pendidikan, dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat agar semakin banyak ruang positif bagi generasi muda untuk berkarya dan berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya,Harapnya.
(Angga)











