Beranda / News / Tawasulan dan Santunan Anak Yatim Jadi Tradisi Positif Warga Pakuhaji.

Tawasulan dan Santunan Anak Yatim Jadi Tradisi Positif Warga Pakuhaji.

Bagikan Berita

Kabupaten Tangerang – Grup Tawasulan Empetan Pakuhaji kembali menggelar kegiatan rutin keagamaan yang dirangkaikan dengan perayaan Lebaran Anak Yatim pada 10 Muharam. Kegiatan yang berlangsung di Kampung Empetan, Desa Buaran Bambu, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, ini berjalan dengan penuh khidmat, kekeluargaan, dan semangat kebersamaan.

Acara rutin tersebut dipimpin oleh Abah Rufion, didampingi Mak Ijah dan Ustaz Sahri, serta dihadiri oleh masyarakat sekitar dan sejumlah tamu undangan. Dalam kegiatan tersebut, sekitar 15 anak yatim turut hadir dan menerima santunan serta perhatian dari para jamaah dan tuan rumah.

Tuan rumah, Ela dan keluarga, turut berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan rasa syukur dalam momentum 10 Muharam yang dikenal sebagai Lebaran Anak Yatim.

Kegiatan ini juga dihadiri keluarga besar Kampung Empetan Pakuhaji serta sejumlah jamaah dari berbagai wilayah, di antaranya Awang dan Anwar dari Rajeg Mulya, Ustaz Ili dari Bonisari, Aris, Novika dari Kampung Duri, Lukman dari Rawasaban, Atim dari Kelor, Fajar dari Jakarta, Yanti dari Dadap Kosambi, serta Neng dari Ciledug.

Dalam kesempatan tersebut, Abah Rufion menyampaikan bahwa rutinan tawasulan tidak hanya menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarjamaah, tetapi juga sebagai wadah untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim.

“Kegiatan ini selain menjadi ajang silaturahmi, juga bertujuan memeriahkan Lebaran Anak Yatim serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Abah Rufion.

Sementara itu, Ela dan Fery selaku tuan rumah berharap kegiatan tersebut dapat memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim. Mereka juga mengingatkan pentingnya menyayangi dan memperhatikan anak yatim sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Mengusap kepala anak yatim, menurut mereka, merupakan salah satu bentuk kasih sayang dan perhatian yang diajarkan dalam Islam kepada anak yang telah ditinggal wafat oleh ayahnya.

Di tempat yang sama, Anwar dari Rajeg Mulya mengaku bersyukur dapat bergabung dalam Grup Tawasulan Empetan Pakuhaji.

“Alhamdulillah saya bisa bergabung di grup tawasulan ini berkat keluarga besar Aljabar dan Ustaz Agus yang mempertemukan saya dengan Abah Rufion. Semoga melalui kegiatan rutin ini semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan nilai-nilai keagamaan terus terjaga di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan rutin yang sarat nilai keagamaan dan sosial tersebut, diharapkan semangat berbagi, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta kepedulian terhadap anak yatim dapat terus tumbuh dan menjadi budaya positif di tengah kehidupan bermasyarakat.


Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *