Tangerang-Menjadi seorang pemimpin atau leader LSM Profesional tentu harus menjalankan suatu kewajiban atau ketentuan yang sudah di atur dalam ADRT organisasinya.
Menurut sekjend BHP2HI, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) itu tentu berbeda dengan perusahaan karena tujuannya bukan profit atau keuntungan tetapi infak sosial.
Akan tetapi LSM jika tidak dikelola dengan profesional akan menyebabkan organisasi tersebut hancur atau bubar dan tidak mendapatkan kepercayaan lagi dari donor bahkan besar kemungkinan akan disebut ” LSM Proyekan ”
Dalam kesempatan tersebut menurutnya tentu harus mengetahui dulu tentang organisasi dan ini caranya:
1. Pahami dulu DNA LSM Itu Apa?
Perusahan LSM Profesional
Tujuan,Profit Tujuan ,Perubahan sosial/advokasi
Bosnya, Pemilik saham Bosnya,Publik, Donor, Komunitas Dampingan, AD/ART
Mengukur Sukses, Omzet atau Penghasilan Ukur Sukses: Impact, Kebijakan berubah Korban terbantu.
Mindset inti leader LSM*: Kamu cuma “peminjam kepercayaan”. Dipercaya donor, dipercaya korban, dipercaya negara. Kalau amanah rusak = LSM mati.
2, sebanyak 6 Pilar Wajib Leader LSM Profesional.
1. Integritas & Legalitas = Pondasi Kepercayaan.
2,. Legalitas: Pastiin punya SK Kemenkumham, NPWP Yayasan/Perkumpulan, NIB. Tanpa ini kamu nggak bisa terima hibah sari APBN/APBD/donor asing.
3,. Tata Kelola: Jalanin AD/ART yang sebenarnya dan di adakan rapat Anggota Tahunan dengan peserta Dewan Pengurus & Dewan Pembina yang terpisah. Jangan ketua , bendahara , sekretaris 1 orang.
4,. Transparansi: Laporan keuangan audit + laporan program dipublikasi ke website/IG. Donor sekarang cek ini dulu sebelum kasih duit.
3,. Visi Advokasi yang Tajam, Bukan “Semua Urusan digarap.
LSM gagal karena “mau nolong semua”. Pilih 1-2 isu. Contoh: “Hukum Ketenagakerjaan Buruh Migran” atau “Lingkungan Pesisir Jakarta”.
*Kerja Leader*: Bikin _Theory of Change_. “Kalau kita ngapain, maka apa yang berubah 3 tahun lagi?”
4,Manajemen Program Berbasis Dampak, Bukan Kegiatan.
Donor udah pinter. Dia nggak mau bayar bikin seminar 10x”. Dia mau bayar “karena seminar itu, ada Perda baru”.
*Skill Leader*: Bisa bikin Logframe: Masalah ,Tujuan, Output, Outcome , Impact. + KPI yang bisa diukur.
5,. Manajemen Keuangan Hibah yang Bersih.
Ini titik mati atau kelemahan 80% LSM.
1. Pisah Rekening, Rekening organisasi , rekening pribadi ketua.
2. *Ikuti Aturan Donor*: EU, Ford, USAID, Kemensos punya aturan belanja beda-beda. Salah dikit = duit ditarik + blacklist.
3. Audit,Wajib audit tiap tahun sama akuntan publik kalau duitnya >500jt/tahun.
6. Bangun SDM + Relawan, Bukan “One Man Show”
LSM kuat = ada kader.
1. Regenerasi : Bikin Sekolah Kader, magang, volunteer system. Ketua nggak boleh jadi bottleneck.
2. Bayar Layak Tim Inti: Relawan boleh, tapi staf program dan keuangan harus digaji UMR. Kalau nggak, yang dateng cuma orang yang cari CV.
3. Lindungi Tim: Kerja advokasi = rawan. Punya SOP Keamanan, asuransi, psikolog.
6. Jaringan dan Diplomasi = Senjatanya LSM.
Kamu nggak bisa lawan sendiri.
Kerja Leader: Duduk di koalisi, bangun relasi sama media, kampus, DPR, kementerian, dan komunitas akar rumput. LSM yang didengar = LSM yang punya jaringan.
7. Skill Spesifik yang Harus Dikuasai Ketua LSM.
1. Proposal Writing dan Fundraising: 60% waktu ketua LSM senior habis buat cari dana. Bisa nulis proposal logis ke donor.
2. Advokasi Kebijakan: Tau cara bikin Naskah Akademik, ikut RDP DPR, bikin siaran pers, gugat ke PTUN.
3. Manajemen Krisis & Keamanan Digital: Tim kamu bisa kena somasi, UU ITE, atau doxing. Harus siap.
4. Public Speaking Narasi: Bisa cerita “kisah korban” 2 menit di depan kamera, DPR, atau sidang donor. Data + Empati.
*4. 5 Kesalahan Fatal Ketua LSM Pemula*
1. Politisasi LSM: Dijadiin kendaraan parpol. Begitu parpolnya kalah = dana + relawan hilang semua.
2. Gaya Hidup Mewah dari Dana Hibah: Ketahuan beli mobil dari dana proyek = kepercayaan publik ancur seumur hidup.
3. Nggak Punya Data: Ngomong di media tapi datanya “katanya”. Langsung ditabrak buzzer + pemerintah.
4. Toxic ke Relawan: Relawan diperas tenaga tapi nggak dikasih ilmu/sertifikat/penghargaan. Lama-lama kabur semua.
5. Bakar Jembatan: Musuhin semua pihak: pemerintah, perusahaan, ormas lain. LSM butuh musuh 1-2, bukan musuh 100.
8. Langkah 90 Hari Pertama Jadi Ketua LSM*
Bulan 1: Beresin Rumah: Audit AD/ART, keuangan, legalitas. Pecat tim “titipan” yang nggak kerja.
Bulan 2: Perjelas Fokus: Rapat dewan, putusin 1 isu utama 3 tahun ke depan. Buang semua program yang nggak nyambung.
Bulan 3: Bangun Sistem: Bikin SOP Keuangan, SOP Program, SOP Media. Rekrut 1 orang Keuangan + 1 orang Fundraiser profesional.
”Simpelnya”
LSM Profesional = Isu Jelas + Uang Bersih + Orang Kompeten + Dampak Terukur,(red)
Penulis 🙁 Angga)
Sumber : Makasanudin, S.H Alias (Ichsan BHPH2I (












