PATI – Kekecewaan warga Desa Batursari, Kecamatan Batangan, kembali mencuat. Infrastruktur jalan yang rusak bertahun-tahun dinilai tak kunjung mendapat perbaikan merata, sementara transparansi penggunaan Dana Desa juga mulai dipersoalkan.
Perbaikan jalan yang dilakukan hanya sebatas pengurugan pedel di beberapa titik. Sementara itu, ruas jalan di wilayah utara desa disebut masih terbengkalai tanpa sentuhan pembangunan.
Situasi ini diperparah dengan belum terealisasinya janji pemerintah desa untuk menggelar musyawarah desa (musdes). Warga bahkan mengaku sempat diajak mengikuti musyawarah terbatas yang dinilai tidak terbuka.
“Kami maunya audiensi terbuka di balai desa, bukan pertemuan diam-diam,” tegas salah satu perwakilan pemuda.
Tak hanya soal jalan, warga juga menyoroti penggunaan Dana Desa periode 2021–2025 yang dianggap kurang transparan, khususnya dalam pembangunan infrastruktur.
“Jalan bertahun-tahun tidak dibangun, padahal dulu belum ada pemangkasan anggaran,” keluh warga lainnya.
Warga mendesak pemerintah desa segera membuka data anggaran secara transparan, menggelar dialog terbuka, serta menghadirkan solusi nyata atas kerusakan jalan yang dikeluhkan.
Hingga kini, masyarakat menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut sampai ada kejelasan dari pihak pemerintah desa.
(Eko)












