Beranda / Sorotan / Proyek Jalan Lingkungan Hotmix di Desa Banyu Asih Diduga Dikerjakan Asal-asalan.   

Proyek Jalan Lingkungan Hotmix di Desa Banyu Asih Diduga Dikerjakan Asal-asalan.   

Bagikan Berita

Kabupaten Tangerang – Proyek pembangunan jalan lingkungan hotmix yang berlokasi di RT 01, Desa Banyu Asih, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, diduga dikerjakan secara asal-asalan.

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 dengan nilai sebesar Rp99.400.000 tersebut memiliki waktu pelaksanaan selama 21 hari kalender dan dikerjakan oleh CV Putri Sulung.

Berdasarkan hasil investigasi tim wartawan Kabar Publik Net bersama sejumlah awak media yang turun langsung ke lokasi, ditemukan berbagai kejanggalan dalam pelaksanaan proyek. Para pekerja terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), yang seharusnya menjadi standar keselamatan kerja dalam proyek konstruksi.

Selain itu, di lokasi pekerjaan tidak ditemukan satu pun pihak pengawas, baik dari kontraktor pelaksana CV Putri Sulung, dinas terkait, maupun aparatur pemerintah setempat seperti RT. Hal ini menimbulkan dugaan lemahnya pengawasan terhadap jalannya proyek.

Tidak hanya itu, papan informasi proyek (plang proyek) juga dinilai tidak lengkap, karena tidak mencantumkan secara jelas spesifikasi teknis seperti panjang jalan yang dikerjakan.

Kondisi pekerjaan di lapangan pun terkesan carut-marut, dengan ketebalan dan lebar jalan yang tidak merata, sehingga berpotensi mengurangi kualitas dan daya tahan jalan.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya terhadap hasil pekerjaan tersebut.

“Pekerjaan ini terkesan asal-asalan, hasilnya kurang maksimal. Pekerja juga tidak dilengkapi APD, dan tidak ada pengawasan dari pihak CV maupun dinas,” ungkapnya.

Warga pun berharap agar proyek yang dibiayai dari APBD, yang berasal dari pajak rakyat, dapat dikerjakan secara profesional dan bertanggung jawab, bukan untuk kepentingan keuntungan pribadi semata.

Masyarakat meminta kepada instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan evaluasi serta pengawasan, agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

(Red/ Bayu)


Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *