Tangerang — Proyek pembangunan saluran Drainase/gorong-gorong di wilayah RW 10, Taman Cibodas, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, dikeluhkan salah seorang warga. Proyek yang disebut telah berlangsung hampir tiga minggu itu diduga berdampak pada kondisi bagian depan rumah warga hingga mengalami bawah keramik longsor dan nyaris roboh.
Warga tersebut mengaku khawatir dengan kondisi rumahnya setelah adanya galian untuk pengerjaan saluran air. Bagian bawah rumah di sekitar area depan disebut mengalami longsor, sementara bagian atas atau atap halaman rumah dikhawatirkan ikut roboh.
Kondisi tersebut tidak hanya membuat salah satu warga yaitu Nilay mengaku merasa cemas terhadap keselamatan bangunan, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas sehari-hari. Warga yang sehari-hari berjualan di depan rumah mengaku tidak dapat menjalankan usahanya secara normal karena khawatir dengan kondisi bangunan.
“Saya ini kan jualan, Pak, setiap hari. Bukan proyek saluran airnya yang menjadi masalah, tetapi karena atap halaman rumah mau rubuh, jadi saya khawatir dan tidak bisa usaha atau mencari nafkah,” ujarnya.
Menurutnya, berjualan di depan rumah merupakan sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia menyebut, sebelum kondisi tersebut terjadi, omzet dagangannya dapat mencapai kurang lebih Rp1 juta per hari.
Namun, sejak pengerjaan proyek berlangsung dan kondisi rumah semakin mengkhawatirkan, dirinya mengaku tidak bisa berjualan seperti biasanya.
“Jadi terasa juga tidak ada penghasilan sampai sekarang. Saat ini saya hanya bisa berusaha supaya rumah tidak roboh karena saya khawatir terkena dampak dari proyek saluran air ini,” ungkapnya.
Warga berharap pengerjaan saluran air tersebut dapat segera diselesaikan dan area galian maupun lingkungan sekitar rumahnya segera dirapikan.
Ia juga meminta pihak terkait memperhatikan kondisi rumah warga yang terdampak serta mempertimbangkan kerugian yang muncul akibat terganggunya aktivitas usaha selama proyek berlangsung.
“Harapan saya setelah kejadian ini pemerintah bisa memperhatikan dampak yang kami alami. Proyeknya juga segera dibereskan dan dirapikan kembali, supaya kami tidak terus khawatir rumah roboh,” pungkasnya.
Warga berharap pihak pelaksana proyek maupun pemerintah setempat dapat segera turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi bangunan dan mencari solusi agar pengerjaan saluran air tetap berjalan tanpa mengabaikan keamanan serta aktivitas ekonomi masyarakat sekitar,
(red)












