Beranda / News / Bak Legenda Sangkuriang, Jembatan Merah Putih Terwujud Sebelum Waktunya

Bak Legenda Sangkuriang, Jembatan Merah Putih Terwujud Sebelum Waktunya

Bagikan Berita

 Kabupaten Tangerang – Sebuah jembatan yang kokoh, kuat, dan indah kini berdiri megah di Kampung Rangca Ilat RT 002/RW 003, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. Jembatan yang diberi nama Jembatan Merah Putih tersebut menjadi sarana vital bagi masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

Pembangunan Jembatan Merah Putih merupakan bagian dari program Kepolisian Republik Indonesia yang selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan sarana dan prasarana umum, khususnya di bidang infrastruktur.

Kapolsek Pasar Kemis, AKP Humaedi, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut dilakukan atas instruksi pimpinan guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat serta meningkatkan kualitas fasilitas umum di wilayah tersebut.

“Jembatan ini dibangun atas instruksi pimpinan sebagai bagian dari peningkatan prasarana umum dan infrastruktur untuk menunjang kesejahteraan masyarakat. Harapannya, aktivitas warga dapat berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman,” ujar AKP Humaedi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/6/2026).

Selain aktif memberikan sosialisasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), AKP Humaedi juga terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran hukum serta menjaga kondusivitas lingkungan agar tercipta suasana yang aman dan nyaman.

Ia mengungkapkan bahwa Jembatan Merah Putih memiliki panjang sekitar 15 meter dengan lebar 1,2 meter. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

“Jembatan Merah Putih ini dibangun dengan panjang 15 meter dan lebar 1,2 meter. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat dalam beraktivitas,” jelasnya.

Yang menarik, pembangunan jembatan tersebut berhasil diselesaikan jauh lebih cepat dari target yang telah ditentukan. Jika semula dijadwalkan rampung dalam waktu 60 hari kalender atau sekitar dua bulan, proyek tersebut berhasil dituntaskan hanya dalam waktu 15 hari kerja.

Menurut AKP Humaedi, percepatan pembangunan dilakukan karena kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak terhadap akses penyeberangan yang lebih aman dan layak.

“Pembangunan kami selesaikan dalam waktu 15 hari kerja dari target 60 hari kalender. Sebelumnya masyarakat menggunakan jembatan bambu yang kondisinya sudah kurang memadai. Karena itu kami membangun jembatan permanen dengan standar konstruksi yang baik. Percepatan pekerjaan tidak mengurangi kualitas bangunan karena keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Dengan konstruksi yang kokoh dan desain yang rapi, Jembatan Merah Putih kini menjadi simbol kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Kehadirannya tidak hanya memperlancar akses warga, tetapi juga meningkatkan rasa aman dan nyaman saat melintas.

Bak legenda Sangkuriang yang mampu mewujudkan sesuatu sebelum waktunya tiba, Jembatan Merah Putih hadir lebih cepat dari target yang direncanakan. Berdiri eksentrik, kokoh, dan penuh manfaat, jembatan tersebut diharapkan menjadi aset infrastruktur yang mampu mendukung aktivitas masyarakat Desa Pangadegan dalam jangka panjang.

“Dari jembatan bambu menuju jembatan permanen, dari keterbatasan menuju kemudahan. Jembatan Merah Putih menjadi bukti nyata bahwa pembangunan yang berpihak kepada masyarakat akan selalu menghadirkan manfaat bagi banyak orang.”

(Redaksi)


Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *