Beranda / Sorotan / Diduga Proyek Dispora Jadi Ajang Korupsi, Warga Soroti Pembangunan Lapangan Mini di Cibodas Sari

Diduga Proyek Dispora Jadi Ajang Korupsi, Warga Soroti Pembangunan Lapangan Mini di Cibodas Sari

Bagikan Berita

Kota Tangerang – Proyek pembangunan lapangan mini yang berlokasi di Jalan Mangga Raya, Kelurahan Cibodas Sari, Kecamatan Cibodas, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, proyek yang diduga berada di bawah naungan Dispora tersebut dinilai tidak transparan dan terkesan terselubung karena tidak adanya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan

Selain itu, kondisi pekerjaan di lapangan juga dinilai carut-marut. Salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa minimnya pengawasan dan keterbatasan dana membuat proses pengerjaan tidak berjalan maksimal.

 

“Kenapa tidak ada pengawasan juga papan proyek? Kami bekerja cuma bertiga pak. Pengecoran juga tidak bisa sekaligus karena minim dana. Makanya kami bingung kalau ditanya soal anggaran, langsung saja ke bos. Cuma bosnya juga tidak tahu,” Ujarnya, Selasa (12/6/26).

Saat dikonfirmasi, Kabid Irman menjelaskan bahwa persoalan anggaran merupakan kesepakatan pihak pemborong dan meminta agar awak media menanyakan langsung terkait RAB proyek tersebut.

“Kalau soal anggaran itu sudah kesepakatan pemborong, jadi coba tanyakan dulu RAB-nya,” tegas Irman.

Sementara itu, saat awak media mendatangi kantor terkait, salah satu pejabat bernama Andri mengarahkan agar konfirmasi dilakukan kepada Kabid Ucok. Namun hingga saat ini Kabid tersebut belum dapat ditemui.

Masyarakat menilai, persoalan proyek di lingkungan Dispora bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, proyek Stadion Porci juga sempat menjadi sorotan karena diduga dikerjakan asal-asalan. Penimbunan proyek disebut menggunakan tanah yang tidak layak.

Saat dikonfirmasi pada waktu itu, Kadis Dispora, Dr. Kaonang, S.Sos., MM, mengakui bahwa tanah yang digunakan memang tidak layak dan berjanji akan melakukan pengangkutan kembali atau tidak melakukan pembayaran terhadap material tersebut.

“Tanah memang tidak layak digunakan, kami akan berupaya angkut kembali atau tidak kami bayar,” tegas Kaonang kala itu.

Namun fakta di lapangan, proyek tetap berjalan dan hingga kini area lapangan disebut tertutup rapat dari pantauan publik.

Bayu, salah satu aktivis yang turut menyoroti proyek tersebut, menegaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan asal-asalan berpotensi menyebabkan banjir saat musim hujan.

“Karena pekerjaan asal-asalan, kalau hujan banjir,” tegas Bayu.

Ia juga berharap pihak terkait seperti BPK maupun instansi pengawas lainnya segera turun langsung melakukan audit terhadap kantor Dispora agar tidak terjadi dugaan penyimpangan anggaran.

“Proyek ini jelas dibiayai pajak rakyat, jadi harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, jangan malah jadi tanda tanya,” lanjutnya.

Warga Cibodas Sari juga meminta agar setiap proyek pemerintah dilakukan secara terbuka dan transparan kepada masyarakat.

(Bayu)


Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *