Kabupaten Tangerang – Kondisi akses jalan di kawasan Perumahan Villa Balaraja, RT 12 RW 05, Desa Saga, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, kini berada dalam situasi darurat. Ruas jalan yang berada tepat di bibir aliran sungai mengalami longsor parah akibat gerusan air yang terus-menerus mengikis struktur tanah, sehingga mengancam keselamatan warga secara nyata. Rabu 25/03/2026
Berdasarkan pantauan langsung tim media bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Badan Independen Anti Suap (BIAS) Indonesia di lokasi, terlihat kondisi tanah sudah sangat labil. Sebagian badan jalan dilaporkan telah ambruk, menyisakan retakan besar, tanah yang menggantung, serta material bebatuan yang sewaktu-waktu dapat runtuh. Situasi ini menciptakan potensi bahaya tinggi, baik bagi pengguna jalan maupun warga yang bermukim di sekitar area tersebut.
Agus Ruslan, salah satu warga setempat, menyampaikan kekhawatiran mendalam atas kondisi yang terus memburuk. Ia menilai, longsor terjadi akibat derasnya aliran sungai yang tidak terkendali serta minimnya penanganan dari pihak terkait.
“Kami sangat khawatir. Kondisi ini semakin parah setiap harinya karena gerusan sungai tidak terkendali. Kalau tidak segera ditangani, kami takut akan terjadi korban jiwa,” ungkap Agus, Rabu (25/03/2026).
Warga pun mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur. Beberapa upaya yang dinilai mendesak antara lain normalisasi sungai,pembangunan turap atau tanggul penahan tanah, serta penguatan struktur tebing guna mencegah longsor susulan.
Tak hanya ancaman fisik, warga juga menghadapi tekanan psikologis akibat ketidakpastian kondisi lingkungan tempat tinggal mereka. Mereka berharap pemerintah daerah, baik tingkat kabupaten maupun provinsi, segera turun tangan sebelum kerusakan semakin meluas.
Sementara itu, Ketua Umum DPP BIAS Indonesia, Eky Amartin, melalui perwakilannya, menegaskan bahwa kondisi di lokasi sudah masuk kategori kritis dan tidak dapat ditunda lagi penanganannya.
“Ini bukan sekadar kerusakan biasa, tetapi sudah menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat. Pemerintah harus segera hadir dengan langkah nyata, bukan hanya wacana,” tegasnya.
Lebih lanjut, BIAS Indonesia juga mendorong adanya penanganan jangka panjang melalui kajian teknis yang komprehensif, peningkatan pengawasan lingkungan, serta perencanaan pembangunan yang berkelanjutan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Masyarakat berharap pemerintah menjadikan persoalan ini sebagai prioritas utama. Penanganan cepat dan tepat dinilai menjadi kunci untuk mencegah potensi bencana yang lebih besar.
Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa intervensi serius, bukan tidak mungkin longsor akan meluas dan menimbulkan dampak yang lebih fatal, termasuk ancaman terhadap nyawa warga.
Sumber : KETUA DPD PPRI KAB. TANGERANG
Red












