PURUK CAHU – Pemerintah Kabupaten Kabupaten Murung Raya kembali mengisi kekosongan kepemimpinan desa. Senin (23/2/2026), Heriyus melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan sembilan kepala desa (kades) pengganti antar waktu (PAW) di Aula Rumah Jabatan Bupati Murung Raya.
Prosesi pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Murung Raya Nomor: 100.3.3.2/10/2026, Nomor: 100.3.3.2/11/2026, dan Nomor: 100.3.3.2/12/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Desa Terpilih Pengganti Antar Waktu.
Sembilan kades yang resmi dilantik masing-masing Ardiansyah (Malasan), Ardiansyah (Sungai Batang), Kristiwan O. Umar (Tumbang Olong I), Salim Ismail, S.IP (Tumbang Masao), Suhaimi (Muara Untu), Ardiman (Tumbang Saan), Liang (Muwun), Alan Doris Pransinatra (Takajung), dan Tatalia (Muara Joloi II).
Dalam sambutannya, Heriyus menekankan bahwa kepala desa harus mampu menjaga marwah pemerintahan desa serta membangun kepercayaan masyarakat. Ia meminta para kades tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kualitas pelayanan publik.
“Jabatan ini adalah amanah. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga integritas, dan hindari penyalahgunaan kewenangan,” tegasnya.
Secara khusus, Bupati juga menitipkan pengawasan terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di desa. Ia meminta kepala desa aktif memantau kedisiplinan dan kinerja tenaga medis maupun tenaga pendidik.
Menurutnya, pelayanan kesehatan dan pendidikan merupakan fondasi utama peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Karena itu, keberadaan dokter, perawat, bidan, serta guru harus benar-benar memberikan dampak nyata.
“Pastikan tidak ada pelayanan yang kosong. Kehadiran tenaga medis dan guru harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Heriyus juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang harmonis dengan BPD, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan unsur kecamatan agar roda pemerintahan berjalan selaras dan kondusif.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat stabilitas pemerintahan desa sekaligus mempercepat realisasi program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dengan kepemimpinan yang solid, desa diharapkan semakin maju, mandiri, dan berdaya saing.
(Amoz Diaz)












