Beranda / News / Mahasiswa dan Masyarakat Gelar Aksi Bakar Lilin, Desak Penegakan Hukum di Lingkungan BGN

Mahasiswa dan Masyarakat Gelar Aksi Bakar Lilin, Desak Penegakan Hukum di Lingkungan BGN

Bagikan Berita

Tangerang – Sejumlah mahasiswa dan kelompok masyarakat yang tergabung dalam Amanah Penderitaan Rakyat menggelar aksi bakar lilin dan membentangkan spanduk di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang, tepat di depan Taman Gajah, Rabu (3/6/2026) malam.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap penegakan hukum terkait dugaan persoalan yang berkembang di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).

Massa juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas setiap dugaan pelanggaran yang ada tanpa pandang bulu.

Koordinator aksi, Saipul Basri atau yang akrab disapa Bung Marcel, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang menginginkan tegaknya supremasi hukum.

“Kami atas nama Amanah Penderitaan Rakyat melakukan penyampaian aspirasi dalam rangka mengawal dan mendesak proses hukum yang hari ini sedang berjalan terkait Kepala Badan Gizi Nasional. Kami meminta agar aparatur penegak hukum menindaklanjuti persoalan ini sampai tuntas dan mengusutnya hingga ke akar-akarnya,” kata Marcel.

Menurutnya, Presiden Republik Indonesia juga perlu memastikan proses hukum berjalan secara transparan dan tidak tebang pilih.

“Kami meminta kepada Bapak Presiden Republik Indonesia agar mengusut tuntas persoalan ini sampai ke akar-akarnya dan tidak ada hukum tebang pilih. Kami akan terus mengawal proses hukum yang dilakukan aparat penegak hukum terhadap dugaan kasus yang terjadi di ruang lingkup Badan Gizi Nasional,” ujarnya.

Dalam aksi yang berlangsung dengan menyalakan lilin sebagai simbol keprihatinan tersebut, massa turut membawa spanduk berisi tuntutan agar aparat penegak hukum bekerja secara profesional dan independen.

Meski mengkritisi dugaan persoalan yang terjadi di tubuh BGN, Marcel menegaskan pihaknya tetap mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

“Terkait program MBG, kami rasa ini program yang sangat baik. Hanya saja perlu adanya evaluasi total. Dengan adanya persoalan yang berkembang saat ini, tentu menjadi momentum untuk melakukan perbaikan dan pembenahan secara menyeluruh,” katanya.

Ia menilai evaluasi diperlukan agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berharap program makan bergizi gratis ini lebih diprioritaskan kepada daerah-daerah yang memang membutuhkan. Kami mendukung program tersebut, namun perlu dilakukan evaluasi terhadap berbagai kekurangan agar program ini berjalan lebih baik dan sesuai tujuan yang diharapkan,” ucapnya.

Marcel juga berharap pimpinan BGN yang baru Nanik S. Deyang dapat menjalankan tugas secara profesional serta memperbaiki tata kelola lembaga agar tidak kembali muncul persoalan serupa di masa mendatang.

“Kepada pimpinan yang baru, kami menghimbau agar menjalankan tugas dan fungsinya secara baik dan benar agar tidak terjadi lagi persoalan-persoalan yang selama ini menjadi sorotan publik,” pungkasnya.

(Redaksi)


Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *