Beranda / News / Sektor Mebel Jadi Prioritas Awal, Pemkab Jepara Perluas Pembinaan UMKM Lintas Industri

Sektor Mebel Jadi Prioritas Awal, Pemkab Jepara Perluas Pembinaan UMKM Lintas Industri

Bagikan Berita

JEPARA | Kabarpublik.Net– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah melalui berbagai program strategis di awal tahun 2026.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkab Jepara telah menyalurkan bantuan berupa 30 gerobak dan 40 tenda kepada pelaku UMKM. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

Tak hanya itu, upaya peningkatan kualitas UMKM juga dilakukan melalui kegiatan sosialisasi terpadu yang digelar di Pendopo Kartini, Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini mencakup materi perpajakan, ketenagakerjaan, literasi keuangan, hingga akses permodalan.

Sekretaris Daerah Jepara, Ary Bachtiar, yang mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo, menegaskan bahwa UMKM memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama di tengah tekanan ekonomi global.

“UMKM terbukti tetap eksis dan menjadi penopang ekonomi masyarakat. Ini yang terus kita dorong agar mereka bisa naik kelas,” ujarnya.

Menurut Ary, salah satu fokus pemerintah saat ini adalah mendorong pelaku UMKM agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Namun, tantangan seperti kualitas produk, pemasaran, hingga literasi keuangan masih perlu terus diatasi.

Untuk itu, Pemkab Jepara juga memperkuat pendampingan, termasuk dalam aspek legalitas usaha dan pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya melalui pengenalan sistem perpajakan terbaru berbasis digital, Coretax, yang diharapkan dapat mempermudah layanan dan meningkatkan transparansi.

Sementara itu, Kepala Diskopukmnakertrans Jepara, Zamroni Lestiaza, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi diikuti oleh 250 pelaku UMKM dan untuk pertama kalinya melibatkan sektor mebel.

“Kegiatan ini akan rutin dilaksanakan setiap bulan dengan sektor yang berbeda, mulai dari tenun, konveksi, makanan, hingga kerajinan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendampingan juga akan melibatkan berbagai pihak, termasuk perbankan dan lembaga keuangan, guna memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

Melalui langkah berkelanjutan ini, Pemkab Jepara optimistis UMKM lokal tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.

( Eko s )


Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *