Tangerang – Setiap awal bulan pemerintah selalu menginformasikan harga BBM non-subsidi. Untuk 1 April 2026 pukul 00.00 WIB, harga BBM non-subsidi diperkirakan naik 10 persen.
Kenaikan harga ini disebabkan kenaikan harga BBM non-subsidi yang menyesuaikan harga pasar minyak dunia yang dipicu ketegangan geopolitik (konflik di Timur Tengah).
Kemudian, APBN tidak mampu menahan subsidi, akibatnya biaya produksi BBM melampaui harga jual, menyebabkan subsidi negara membengkak.
Lalu, kenaikan ini mengikuti harga pasar (Mean of Plats Singapura – MOPS) yaitu rata-rata harga minyak produk turunannya di Singapura (MOPS), yang fluktuatif mengikuti tren global.
Kenaikan berpotensi berdampak pada biaya transportasi dan harga barang di masyarakat.
Saat ini harga BBM masih mengacu pada ketentuan per 1 Maret 2026, dengan Pertamax Rp12.300/liter, Pertamax Green Rp12.900, Pertamax Turbo Rp13.100, Dexlite Rp14.200, dan Pertamina Dex Rp14.500.
Sementara BBM subsidi, Pertalite Rp10.000 dan solar Rp6.800 per liter.
Adapun harga BBM di Indonesia Maret 2026 termasuk dari Shell, BP, dan Vivo sebagai berikut:
1. Shell
Shell Super (RON 92): Rp12.390/liter
V-Power Diesel: Rp14.620/liter
2. BP
BP Ultimate (RON 95): Rp12.930/liter
BP 92 (RON 92): Rp12.390/liter
BP Ultimate Diesel: Rp14.620/liter
3. Vivo
Revvo 92 (RON 92): Rp12.390/liter
Revvo 95 (RON 95): Rp12.930/liter
Diesel Primus: Rp14.610/liter
Catatan: Harga sewaktu-waktu dapat berubah!
(Sandi)












